Headlines News :

Cari Hotel di Solo

Wedangan

caragampang.com
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Bangunan Sepanjang Benteng Kraton Jogja Akan Dibongkar


Di sisi kanan dan kiri Plengkung Gading banyak terdapat bangunan yang menutupi benteng Kraton Jogja (google img)
JOGJA—Pemerintah Kota Jogja akan membongkar bangunan yang mengelilingi benteng Kraton Ngayogyakarta. Selain untuk menampilkan wajah asli Kraton, kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi kawasan cagar budaya (KCB).
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Jogja, Suwarto mengatakan, benteng Kraton selama ini tertutup bangunan-bangunan baik perukiman maupun tempat usaha. Tembok benteng, katanya, bagian dari bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan dan dibangkitkan kembali. Bila tidak, keberadaan bangunan-bangunan tersebut bisa mengancam pelestarian benteng Kraton.
“Selain Malioboro, yang bisa dibanggakan di Jogja kan keberadaan Kraton. Kami ingin, wajah asli Kraton bisa ditampilkan. Kalau tidak diatur dari sekarang maka bangunan yang menempel di benteng itu akan ambaradul dan semerawut,” kata Suwarto di Gedung Dewan, Senin (24/9).
Menurutnya, sterilisasi bangunan yang menempel di benteng Kraton sisi luar merupakan bagian dari pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Jogja, beberapa waktu lalu.
Sebagai langkah awal, jelas Suwarto, sterilisasi bangunan sepanjang benteng tersebut akan dilakukan di sisi selatan. “Dari barat (Jokteng Kulon) ke timur (Jokteng Wetan),” tambahnya.
Ketua DPRD Kota Jogja, Henry Kuncoroyekti menambahkan, pembukaan bangunan yang menempel itu akan dilakukan pada 2013. “Nanti dilihat juga kemungkinan sharing dana dengan dana keistimewaan untuk biaya ganti rugi bangunan warga. Itu bisa saja dilakukan,” kata Henry.(ali)

Pasar Wisata & Kuliner Ngasem Dibuka 17 November


Pembangunan Pasar Ngasem tahun lalu (JIBI/Harian Jogja/dok)
JOGJA—PemerintahKota (Pemkot) Jogja mengalihfungsikan lahan kosong bekas pasar burung Ngasem,  menjadi Pasar Wisata & Kuliner Ngasem.
Pasar ini rencananya bakal dibuka Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 17-18 November 2012. Pihak penyelenggara acara pembukaan, Star Prima Corporation (SPC) telah menyiapkan beragam acara.
Kusdiyono, Direktur Utama SPC, saat berkunjung ke Harian Jogja mengatakan, bagian depan pasar tetap difungsikan sebagai pasar tradisional. “Nah yang bagian belakanglah yang beralih fungsi menjadi Pasar Wisata dan Kuliner,” katanya.
Ia menambahkan, pada hari pertama Sabtu (17/10) pembukaan akan dilakukan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dilanjutkan acara lomba menggambar untuk Taman Kanak-kanak dan paradeband remaja.
“Untuk hari kedua digelar lomba band pelajar SMP, SMA dan mahasiswa dengan menghadirkan bintang tamu para pemusik dari Ahmad Dani School of Rock [ADSOR]. Pendaftaran lomba ini dibuka pertengahan Oktober,” terang Kudiyono. SOURCE

Kurang Dukungan, Terapi Gizi Buruk di Kulonprogo Tak Maksimal


Para balita yang mengikuti program Terapatic Feeding Center (TFC) di Puskesmas Galur II rentan terkena gizi buruk setelah menyelesaikan program pendampingan tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan lintas sektoral. Foto diambil Selasa (25/9) (JIBI/Harian Jogja/MG Noviarizal Fernandez)
KULONPROGO—Program Therapatic Feeding Center (TFC) atau rumah pemulihan gizi di Puskesmas Galur II kurang mendapatkan dukungan lintas sektor. Alhasil, pascaterapi peserta kembali rentan terkena gizi buruk.
Maria Ulfah, salah seorang dokter pendamping, mengungkapkan, setelah berjalan sejak akhir Mei silam, rumah pemulihan gizi tersebut sudah melakukan pendampingan terhadap 17 balita beserta orangtuanya. “Kalau untuk balita kami berikan berbagai makanan tambahan, vitamin dan sebagainya. Kalau orangtua, kami berikan pemahaman tentang pola asuh,” ungkapnya, Selasa (25/9).
Meski demikian, menurutnya program pemulihan gizi balita tersebut tidak akan ada artinya, jika tidak mendapat dukungan lintas sektoral dari pemangku kepentingan lain. Fakta yang ditemui, kata dia, ada balita yang setelah mengikuti program tersebut kualitas gizinya dinyatakan membaik sehingga diperbolehkan untuk tidak mengikuti program tersebut.
Akan tetapi, setelah sampai di rumah, karena tidak mendapatkan dukungan lintas sektoral, akhirnya bobot gizi sang balita kembali turun.
“Misalnya setelah selesai di sini [TFC] dan kembali ke rumah, ada instansi seperti Dinas Sosial yang mengadakan program pemberian makanan tambahan sehingga kualitas gizi bisa terjaga. Persoalan ini kan tidak hanya urusan kesehatan tapi juga kompleks karena berhubungan dengan kesejahteraan,” jelas Ulfah.
Selain itu, ada juga kendala fasilitas termasuk ruang TFC yang dianggap tidak representatif. Menurut Ulfah yang didampingi petugas gizi, Ani Maryati, sebaiknya ada ruang khusus untuk makan sehingga para balita dibiasakan makan di ruang tersebut. “Sekarang ini mereka sambil makan, sambil main-main di luar, kan terbuang energinya, jadi kurang bagus juga,” lanjutnya.
Pengoperasian TFC yang menggunakan bekas rumah dinas di kompleks Puskesmas Galur II tersebut didanai APBD Provinsi DIY 2012 sebesar Rp102 juta. Program itu diharapkan bisa menjadi solusi dari persoalan gizi buruk di Kulonprogo.(ali)

Jogja Tengah Rawan Krisis Air Bersih


JOGJA—Sepanjang musim kemarau tahun ini, PDAM Tirtamarta Jogja mengaku terjadi penurunan debit air sebanyak 15%. Sebelum kemarau, debit air rata-rata 600 liter per detik.
Dirut PDAM Tirtamarta Jogja, Dwi Agus Triwidodo mengatakan, penurunan debit air pada kemarau ini, hanya berdampak pada wilayah Jogja Tengah dan Utara Jogja, seperti kawasan Malioboro dan Jetis ke arah Utara. Adapun wilayah Jogja Timur, Selatan dan Barat dampak kemarau tidak terlalu berpengaruh.
“Ada penurunan debit air 15 persen dari rata-rata debit air sebelum kemarau 600 liter per detik,” jelas Dwi kepada Harian Jogja, Rabu (12/9).
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, lanjutnya, PDAM melakukan pemerataan distribusi air ke masing-masing wilayah. Hanya saja, pemerataan tersebut hanya bisa dilakukan dalam satu wilayah dan tidak antarwilayah.
“Pemetaan mengikuti grafitasi wilayah dan dilakukan dalam satu wilayah,” jelasnya.
Alasan lainnya, ungkap dia, karena masing-masing wilayah memiliki sumber air sendiri. Untuk wilayah Selatan dan Barat diambil dari sumber Kali Bedog sedangkan wilayah Timur dialiri dari sumber Karanggayam, Kota Gede. Untuk wilayah Utara tengah dialiri dari wilayah Sleman seperti Umbul Wadon. (ali)    SOURCE

PDAM Jogja Minta Pelanggan Siapkan Bak Penampung


JOGJA—PDAM Tirtamarta Jogja mengimbau pelanggan di wilayah Jogja Tengah dan Utara untuk menyiapkan bak-bak penampung air untuk menampung air di luar jam puncak. Hal itu untuk mengantisipasi penurunan debit air akibat musim kemarau.
Menurut Dirut PDAM Tirtamarta Jogja, Dwi Agus Triwidodo, beban jam puncak terjadi sehari dua kali, yakni pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB dan sore hari pada pukul 16.00-19.00 WIB. “Kami meminta maaf bagi pelanggan karena kondisi kemarau saat ini,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu (12/9).
PDAM berjanji akan membantu penyaluran tangki air bersih bagi para pelanggan. Menurutnya, bila ada pelanggan PDAM dalam satu kelompok tidak mendapat aliran air PDAM, maka akan dipasok dengan tangki air PDAM.
“Mohon warga memberikan informasi kepada kami, dengan jumlah kelompok yang wajar. Akan kami suplay dengan tangki air. itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” kata Dwi.
Terpisah, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Kota Jogja, Sudarsono mengatakan, hingga kini belum ada permintaan dari kelompok masyarakat di Jogja untuk dropping air bersih. Meski begitu, pihaknya tetap memantau kondisi kemarau dan akan berkoordinasi dengan PDAM. (ali)  SOURCE

WISATA: Mengusir Penat di Pantai Kukup


Selain suara debur ombak yang menenangkan hati, Pantai Kukup juga menyajikan pemandangan laut landai berpasir putih. Wisatawan juga bisa menangkap ikan hias di sela-sela karang berlumut hijau .
Nama Pantai Kukup sudah tidak asing lagi. Pantai ini menjadi pantai andalan Kabupaten Gunungkidul kedua setelah Pantai Baron. Letaknya 1 kilometer sebelah timur Baron, yakni di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, atau 25 kilometer dari Wonosari.
Setelah melewati jalan yang berliku-liku sampailah di tempat pemungutan retribusi. Dari sana, Anda akan dipandu papan yang mengarahkan ke Pantai Kukup. Saat memarkir kendaraan, pantai sudah terlihat anggun. Pagi hingga sore, ombak cenderung landai sehingga bibir pantai sangat cocok untuk beragam aktivitas menghilangkan rasa penat.
Pantai Kukup memiliki pulau karang yang dihubungkan jembatan. Di atas pulau ini dibangun sebuahpondok untuk berteduh dari terik matahari. Dari sana, pemandangan laut luas dan keindahan bibir pantai terlihat dengan jelas.
Tak kalah mengasyikkan, pengunjung bisa menghabiskan waktu berburu ikan hias di pinggir pantai yang ditumbuhi karang kecil tergenang air laut dangkal. Karang-karang ini menjadi rumah biota laut mulai dari ikan berwarna-warni, kepiting,  hingga rumput laut dan lumut hijau.
Areal ini kerap dimanfaatkan untuk menangkap ikan hias. Dengan menggunakan jaring kecil seharga Rp5.000 per buah yang banyak dijual oleh pedagang di seputaran pantai, anak-anak hingga dewasa bebas berburu ikan.
Jenis ikan di pantai ini beragam, mulai dari ikan bustun, kepe-kepe, butane, trigger, scorpion, buntal, dan masih banyak lagi. “Setiap hari ada ikan hias, meskipun setiap hari pengunjung menangkapnya. Jam 11.00-18.00 air surut, ikan kelihatan semua,” kata Sumatno, Sekretaris Sarlinmas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wilayah II Baron, Gunungkidul yang sehari-hari menjaga pantai Kukup.
Salah satu pengunjung, Purwito asal Kebakramat, Karanganyar, Surakarta mengaku senang berkunjung ke Pantai Kukup. Ini adalah pengalaman pertama bersama keluarga besarnya. Anak dan dua keponakannya asyik menjaring ikan. Sesekali Purwito juga larut ikut nyemplung. “Asyiknya bisa berburu begini,” katanya.
Ikan-ikan hasil tangkapan dimasukkan dalam plastik yang didapatkan gratis saat membeli jaring ikan. Ikan-ikan itu tampak berwarna-warni dalam plastik bening. “Ikan ini kan hidupnya dalam air laut, sayangnya kalau dibawa pulang pasti mati,” tambah lelaki berusia 35 tahun itu.
Beberapa pengunjung pantai memang membawa pulang ikan hias hasil buruannya, tapi ada pula yang hanya senang berburu lalu memasukkannya lagi ke dalam air laut. Sebelum laut pasang, sambil mencari ikan hias, pengunjung bisa langsung mandi di air laut yang tenang tampak jernih.
Tapi perlu diwaspadai karena banyaknya ikan hias di bibir pantai ini mengakibatkan ubur-ubur kerap luput dari perhatian pengunjung. Ubur-ubur berwarna biru menggelembung bisa menyengat tubuh dan menyebabkan sesak napas.  SOURCE

Harga Emas Naik, Saatnya Jual


JOGJA—Harga emas kembali naik. Di toko-toko emas di Jogja, harga emas naik Rp10.000 dari Rp495.000 menjadi Rp505.000.
Pemilik Toko Emas Kranggan, Heriyanto Kurniawan mengungkapkan, saat ini harga emas kembali fluktuatif, bahkan dalam hitungan jam. Menurtu dia, kenaikan harga ini pun memengaruhi penjualan kembali emas maupun perhiasan.
Menurutnya, sebelum Lebaran, pembelian emas di tokonya naik cukup signifikan, bahkan mencapai 10 kali lipat dibanding hari biasa. Namun, pasca-Lebaran, penjualan kembali naik 20% dibanding hari biasa.
“Dan setelah hari ini emas naik, sedari pagi tadi, penjualan kembali emas juga ikut naik lagi sekitar 20%,” ujarnya saat ditemui di toko emas Kranggan, Jalan Laksda Adi Sutjipto, Jumat (7/9).
Ia menambahkan, bagi yang memanfaatkan emas untuk investasi, saat ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperoleh keuntungan, pasalnya, kenaikan harga ini cenderung cukup tinggi dibandingkan biasanya yang hanya berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000.(ali)  SOURCE

PELANTIKAN GUBERNUR: Senin, Sultan Serahkan Berkas Bersama Paku Alam


JOGJA—Sri Sultan Hamengku Buwono X, selaku Raja Keraton Jogja yang bertahta belum menyerahkan berkas syarat sebagai Gubernur DIY meski mengaku syarat-syarat tersebut sudah lengkap.
Berkas tersebut rencananya akan diserahkan pada Senin (10/9) mendatang ke DPRD DIY bersama Sri Paduka Paku Alam IX yang menjabat sebagai Wagub.
Pernyataannya tersebut disampaikan seusai syawalan bersama pegawai Pemerintah Kota Jogja yang dihadiri setidaknya 3.000 jajaran pegawai sampai tingkat kelurahan di halaman Balaikota Jogja, Jumat (7/9).
Sultan memastikan berkas persyaratannya sudah lengkap. Adapun jadwal penyerahan syarat tersebut paling lambat pada Rabu (12/9).
Disinggung soal reformasi paugeran (aturan) Keraton yang juga mengatur soal pengangkatan Raja selanjutnya, Sultan mengaku hal tersebut belum tidak dilakukan karena dirinya masih belum pensiun.
“Itu internal Keraton, nanti hanya dipublikasikan (ke masyarakat). Itu saja,” tambahnya.(ali)

2013, Semua Warga Jogja Dapat Jaminan Kesehatan


JOGJA—Pemerintah Kota Jogja akan memberikan bantuan jaminan kesehatan untuk seluruh warganya. Progam baru ini akan diterapkan pada 2013 mendatang.
Saat ini dari jumlah total penduduk Jogja, sebanyak 16.474 di antaranya tercatat belum memiliki jaminan kesehatan, baik Jamkesmas, Jamkesos maupun Jamkesda.
“Tak terkecuali yang mampu nanti akan diberikan bantuan melalui anggaran daerah. Sistemnya kami beri subsidi dengan premi Rp7.500 per orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Tuty Setyowati di Kompleks Balaikota, Jumat (7/9).
Semua warga akan diberi kartu khusus. Namun bantuan tersebut hanya akan menanggung pelayanan dasar ataupun rawat inap di kelas tiga rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemkot.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot menambah anggaran jaminan kesehatan hingga Rp15 miliar. Sebelumnya pada program Jamkesda telah disediakan anggaran Rp20 miliar.(ali)
 

Berita Bisnis

Ayo Jajan.........Solo dan Sekitarnya

Serba Serbi


web counter
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar Kota Solo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger